• Home
  • Motivasi
  • Kisah Inspiratif
  • Tips Wirausaha
  • Peluang Usaha
  • Belanja Online
  • Sitemap
  • Kontak
Contoh Emotional Selling Dalam Penjualan
Penerapan Law of Averages Dalam Pemasaran
Menemukan Tujuan Hidup Dengan Filosofi Ikigai
Ternyata Ini Manfaat Interaksi dan Berkomentar Di Instagram
Kisi-kisi SKB CPNS Dan Panduan Wajib CAT CPNS 2024-2025
Bagaimana Ciri Copywriting Yang Ampuh untuk Promosi
Mengapa Copywriting Penting Untuk Promosi Bisnis Anda
Tips Mengikuti Program Afliasi Yang Sukses Super Cuan
Gak Cuma Dijual, Inilah 5 Ide Bisnis Tanaman Hias Yang Bikin Kamu Super Cuan
Apa Penyebab Tupperware Mengalami Kebangkrutan?
Viral Di Tiktok Jualan Mochi Pinggir Jalan Raih Omzet Ratusan Juta
Dari Bisnis Bumbu Rempah Sasetan Annisa Kantongi Omzet 500 juta per bulan
10 Rekomendasi Ide Jualan Online Yang Paling Laku
Bangkit Dari Keterpurukan PHK Malah Sukses Jadi Pengusaha Pempek
Terinspirasi dari Hobi Dede Sukses Berbisnis Produk Perawatan Kendaraan

Jenang Tradisional Khas Ponorogo: Peluang Usaha Menjaga Tradisi

By : Ahmed
0 Komentar
      
Tag jenang tradisional ponorogo

DSC_6202Jenang lengket atau biasa juga disebut dodol, bagi sebagian masyarakat, khususnya di Jawa menjadi salah satu sajian utama dalam menyambut hari-hari penting, misalnya Lebaran, Natal, pertunangan maupun pernikahan. Pada acara pertunangan, menyajikan jenang untuk tamu yang datang merupakan tradisi turun-temurun yang masih dijaga dengan baik. Menyajikan jenang untuk tamu, memiliki representasi akan rasa sayang dan saling berbagi. Karena inilah jenang tradisional, menjadi begitu lekat dengan kehidupan masyarakat.

Jenang memang selalu diidentikkan dengan kota Kudus dan Garut, tapi siapa yang sangka jika kota kesenian seperti Ponorogo juga memiliki tradisi memproduksi jenang ini. Di Ponorogo, jenang yang dijual merupakan jenang tradisional yang dibuat secara turun temurun, sehingga rasa dan aromanya begitu khas. Bahkan, saat ini jenang tradisional ini makin dilirik oleh para pegiat wirausaha dengan menampilkan kemasan yang lebih menjual dan menarik.

“Dalam menjaga cita rasa jenang, saya menggunakan alat tradisional. Namun demikian, penggunaan alat modern juga perlu dan penting untuk meningkatkan efisiensi dalam memproduksi. Untuk resep sendiri, kami menggunakan resep turun-temurun dari keluarga.” Ungkap Sri Harijati, pemilik perusahaan Jenang Tradisional Ponorogo Teguh Rahardjo kepada wartawirausaha.com.

  Rahasia Jenang Tradisional Ponorogo Yang Sehat dan Lebih Nikmat: Tanpa Pengawet

DSC_6194Menurut Sri, jenang tradisional Ponorogo umumnya tidak menggunakan pengawet, karena inilah usia jenang tidak bisa lama. Bagi Sri, usia jenang yang tidak lama ini, bisa menjadi kendala namun juga bisa menjadi solusi untuk mengenalkan produknya di masyarakat luas. Dalam memproduksi jenang tradisional ini, Sri lebih memilih bermain aman, yaitu menganalisa terlebih dulu hari-hari pasarannya. Namun demikian, dalam menekuni wirausaha kuliner kendala utama memang barang tidak terjual habis.

“Jika ada jenang yang sudah empat hari belum laku, biasanya segera saya potong-potong, dan saya jadikan tester untuk konsumen yang datang ke toko saya. Kebetulan, selain membuka showroom di rumah, saya juga memiliki toko oleh-oleh di dekat alun-alun Ponorogo. Terkadang, jenang yang belum laku, saya juga bagikan ke pegawai-pegawai saya untuk oleh-oleh keluarga di rumah.” Ujar Sri yang saat ini dibantu sekitar 25 pegawai.

Dari pengakuan konsumen yang kerap membeli jenang Teguh Rahardjo ini, ada perbedaan mencolok antara jenang buatan Sri dengan jenang-jenang yang lain. Perbedaan itu terletak di rasa serta teksturnya. Konon, rasa jenang buatan Sri ini, jika dimakan seseorang akan mengingatkan orang tersebut akan nuansa dan cita rasa masa lalu. Karena itulah, Sri memberikan tips jika ingin menggeluti peluang usaha kuliner, hendaknya selalu konsisten dengan cita rasa dari produk kita.

“Sebenarnya, jenang tersebut bisa saja dibuat tahan lama dan teksturnya dibuat lebih padat, yaitu dengan ditambahkan bahan pengawet di dalamnya. Namun, saya berusaha menghindari pengawet, karena ternyata berpengaruh besar terhadap rasa. Dulu, saya pernah mencoba menambahkan pengawet di dalam jenang kami, ternyata rasanya berubah banyak. Untuk harga jenang biasanya antara 10 ribu hingga 15 ribu.” Tambah Sri.

Jenang Tradisional Khas Ponorogo, Siap Melayani Pelanggan Hingga Keluar Kota

DSC_6134Pembuatan jenang sendiri, menurut Sri sebenarnya sangat mudah, bahkan siapapun sekali melihat prosesnya pasti bisa membuat. Namun demikian, dalam pembuatan jenang ini membutuhkan waktu yang cukup lama. “Dalam membuat jenang, dibutuhkan bahan-bahan seperti tepung ketan atau tepung beras. Jika kita memakai 1 kg tepung, maka akan kita butuhkan 4 – 5 kelapa yang kemudian diambil santannya. Selain itu, dibutuhkan juga gula jawa sebagai pemanis jenang. Nah, ketika masuk proses pengadukan, kita meski menjaga betul agar kualitas rasa dan tekstur sesuai dengan yang diinginkan.” Ungkapnya.

Di awal-awal berdirinya dulu, Sri masih ingat betul jika saat itu dia dan sang kakek hanya menggunakan bahan baku 3 – 5 kg tepung ketan atau beras. Ketika itu, dia tidak membuat jenang setiap hari, melainkan mengikuti hari pasaran. Biasanya, Sri dan kakek akan berjualan di pasar legi sebelah selatan. Konon, dulu pasar legi bagian selatan yang belanja merupakan orang-orang kelas menengah ke atas, sehingga mereka umumnya akan beli jajan jenang tradisional untuk dibawa pulang.

“Bahkan kala itu, kami kerap juga mendapat pesanan untuk dibuatkan jenang tradisional tiga jenis, untuk kepentingan seserahan atau untuk hantaran pengantin. Karena sudah dikenal sebagian masyarakat disini, alhamdulilah pemasaran produk kami juga tidak mengalami kesulitan. Dan, untuk melayani customer dari luar kota, kami juga siap mengirimkan jenang ke luar kota. Hingga saat ini, pengiriman jenang terjauh sudah menjangkau pulau Bali, Kalimantan dan Sumatera.” Kenang Sri.

Omset Meningkat Saat Hari-hari Istimewa

“Biasanya saat memasuki hari raya dan tahun baru, permintaan akan jenang tradisional meningkat. Dan, selain jenang tradisional seperti jenang ketan, beras dan wajik, kami juga memproduksi jenang dengan aneka rasa buah, seperti jenang rasa waluh, pisang, nanas, tape, tomat, mangga, sirsak dan lain sebagainya. Dan semua bahan yang kami gunakan, untuk pembuatan jenang rasa buah ini, menggunakan buah-buahan asli, dan kami juga tidak menggunakan pengawet.” Tambah Sri.

Disinggung mengenai jumlah bahan baku yang digunakan, Sri mengaku saat ini dia selalu membutuhkan bahan baku tepung beras dan ketan sebanyak setengah kwintal pada hari-hari biasanya. Namun, saat menjelang hari-hari istimewa, seperti Idul Fitri, Natal, dan bulan besar dimana banyak hajatan, Sri membutuhkan bahan-bahan hingga satu kwintal. Pada hari-hari istimewa biasanya permintaan akan jenang tradisional Ponorogo meningkat drastis.

Jenang Beras dan Ketan Khas Ponorogo
Teguh Rahardjo/Ibu Sri
Jln. Wibisono 90 Ponorogo
(0351) 461597
The following two tabs change content below.
  • Bio
  • Latest Posts
My Twitter profileMy Facebook profile

Ahmed

aktivis at PT. Wartawirausaha
Magang abadi di wartawirausaha sambil bertani.
My Twitter profileMy Facebook profile

Latest posts by Ahmed (see all)

  • Wirausaha Bisnis Komputer di Computer Exhibition Solutions 2015 - Friday, 30 October 2015
  • Wirausaha yang Sukses Jangan Pelit Berbagi Ilmu - Thursday, 29 October 2015
  • Beranjak Tua tapi Ia Tetap Menjaga Semangat Wirausaha - Sunday, 25 October 2015
Daftarkan email anda Disini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
  • Click to share on Twitter (Opens in new window)
  • Click to share on Facebook (Opens in new window)
  • Click to share on Pinterest (Opens in new window)
  • Click to share on LinkedIn (Opens in new window)
  • Click to share on WhatsApp (Opens in new window)
  • Click to share on Telegram (Opens in new window)

Leave a Reply Cancel reply

*
*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

RECENT

POPULAR

COMMENTS

Contoh Emotional Selling Dalam Penjualan

Posted On 16 Mar 2025
Penerapan Law of Averages dalam pemasaran

Penerapan Law of Averages Dalam Pemasaran

Posted On 21 Jan 2025
Ikigai bahasa indonesia

Menemukan Tujuan Hidup Dengan Filosofi Ikigai

Posted On 21 Jan 2025
Manfaat Interaksi dan Berkomentar Di Instagram

Ternyata Ini Manfaat Interaksi dan Berkomentar Di Instagram

Posted On 21 Jan 2025
Kisi-kisi SKB CPNS 2024

Kisi-kisi SKB CPNS Dan Panduan Wajib CAT CPNS 2024-2025

Posted On 05 Nov 2024

Prospek Cerah Budidaya Cacing Lumbricus Rubellus

Posted On 23 Aug 2013

Peluang Usaha Beternak Kelinci

Posted On 10 Jul 2013

Jual Lebah Madu Koloni Siap Ternak

Posted On 20 Jul 2013
Budidaya Kroto

Peluang Usaha Budidaya Kroto

Posted On 06 Feb 2014

Lanang Barbershop, Waralaba Salon Khusus Pria dengan Sistem Kekeluargaan

Posted On 08 Mar 2013

[…] sumber : wartawirausaha.com...

Posted On 11 Jan 2025

[…] untuk melihat kesesuaian...

Posted On 25 Nov 2024

[…] digital. Dalam dunia yang...

Posted On 17 Nov 2023

[…] manusia sehari-hari. Bagaimana...

Posted On 02 Nov 2021

kapan ada program kerjasama wirausaha...

Posted On 01 Nov 2021

 
---
Direktori Wirausaha | Event | Motivasi | Kisah Inspiratif | Tips Wirausaha | Peluang Usaha
 
Copyright © 2014 wartawirausaha.com - Artikel Wirausaha, Tips Bisnis, Kisah Inspiratif, Motivasi dan Peluang Usaha. Profil - Hubungi kami.