Peluang Usaha Sirup Herbal Belimbing Wuluh Kuning
Beberapa orang menyebutnya belimbing sayur, ada juga yang menyebut dengan belimbing asam atau buluh, namun nama keren belimbing mungil ini sebenarnya adalah belimbing wuluh. Ya, belimbing wuluh merupakan pohon dengan buah kecil-kecil yang menggantung dan berwarna hijau atau kuning dengan rasa yang asam. Sebagian masyarakat di Jawa memanfaatkan belimbing wuluh sebagai campuran bumbu masak dan campuran jamu. Karena khasiatnya yang luar biasa bagi kesehatan manusia, maka terbukalah peluang usaha bagi siapapun yang ingin memanfaatkan buah ini sebagai sumber penghasilan, misalnya dengan menjadikannya sebagai sirup Herbal Belimbing Wuluh.
Tak hanya untuk kesehatan, belimbing wuluh ternyata juga bermanfaat untuk meningkatkan kecantikan alami kaum hawa. Namun, jangan harap bisa langsung mengkonsumsi belimbing yang memiliki nama latin Avverhoa Bilimbi ini, jika tidak ingin bibir mengkerut menahan rasa kecut yang luar biasa. Ada cara lain untuk menikmati belimbing wuluh, yaitu dengan membuatnya menjadi sirup yang segar dan kaya manfaat. Seperti yang dilakukan sosok Muhammad Bunyamin ini.
Khasiat Belimbing Wuluh Kuning
“Banyak manfaat dari sirup belimbing wuluh buatan saya, beberapa diantaranya adalah untuk sakit batuk, radang tenggorokan, gondokan, asma. Belimbing wuluh juga manjur dalam menurunkan darah tinggi, meluruhkan air kencing dan menjaga kesehatan ginjal. Selain itu, juga dapat menjaga kehalusan kulit wajah dan mencegah jerawat.” Ujar Muhammad Bunyamin selaku owner Sehato sirup belimbing wuluh kepada wartawirausaha.
Agar khasiat terjamin, Bunyamin yang juga seorang tabib ini menggunakan bahan baku belimbing wuluh khusus, yaitu belimbing wuluh kuning atau biasa dikenal dengan belimbing wuluh Banyuwangi. Menurut bunyamin, sirup belimbing wuluh Banyuwangi memiliki warna yang cantik; yaitu tampak lebih cerah seperti jamu beras kencur.
“Untuk produksi, selain menggunakan belimbing wuluh lokal atau yang berwarna hijau, saya juga kerap menggunakan belimbing wuluh Banyuwangi. Belimbing wuluh Banyuwangi ini umumnya agak besar, dengan warna buah yang cenderung kuning saat masih mentah. Warna dan rasa sirup belimbing wuluh dari banyuwangi ini juga cukup digemari oleh konsumen.” Terang pria yang juga membuka gerai pengobatan herbal dan bekam di daerah Pagotan, Madiun ini.
Proses Pembuatan Sirup Herbal Belimbing Wuluh
Proses pembuatan sirup sendiri sebenarnya cukup sederhana. Belimbing wuluh dibersihkan lalu direndam dengan air kapur selama satu jam agar getah luruh dan rasa tidak terlalu asam. Setelah itu, belimbing dicuci dengan menggunakan air mengalir dan direbus.
“Saat perebusan, jangan terlalu lama agar khasiat belimbing tidak hilang. Cukup beberapa menit, sampai air rebusan berwarna kemerah-merahan. Setelah proses pengrebusan ini, jeruk diangkat dan didiamkan sejenak, lalu diblender hingga hancur. Lalu, hasil dari blender disaring dengan kain khusus. Air hasil saringan ini kemudian dicampur dengan air mendidih yang sudah diberi gula putih.” Tambahnya.
Untuk menjaga cita rasa dan kualitas sirup, Bunyamin enggan menambahkan pengawet dan bahan-bahan kimia. Jadi, selain rasa segar sirup belimbing wuluh juga aman dikonsumsi siapapun. Bahkan, anak-anak pun bisa meminum sirup ini dengan aman. Cara pakainya cukup mudah, seperti pada sirup lainnya, tuangkan sirup 3-5 sendok makan ke gelas, lalu campurkan air hangat ataupun dingin.
“Sirup belimbing wuluh hanya bisa bertahan kurang lebih 2 minggu jika disimpan di suhu ruangan, namun jika disimpan di kulkas biasanya mampu bertahan sebulan hingga dua bulan. Saya juga enggan menambahkan pengawet di dalam sirup, karena jika ditambah pengawet rasa dan manfaat sirup belimbing ini akan menurun.” Ujar Bunyamin.
Keunggulan dan Kendala
Keunggulan belimbing wuluh yang selalu berbuah di segala musim, membuat Bunyamin tidak khawatir untuk mendapat supply bahan baku. Selain itu, keberadaan belimbing wuluh di daerah, terutama sekitar kota Madiun juga jarang dimanfaatkan oleh masyarakat setempat, sehingga ketersediaan belimbing cukup melimpah.
“Namun, yang menjadi kendala saya adalah sedikitnya pohon-pohon belimbing wuluh Banyuwangi. Biasanya untuk mengantisipasi minimnya bahan baku belimbing wuluh banyuwangi, saya mengolah belimbing wuluh lokal. Tapi untuk masalah khasiat saya pastikan antara belimbing wulu lokal dan Banyuwangi sama aja.” Ungkap bunyamin.
Dalam sehari, Bunyamin biasanya mampu memproduksi 50 hingga 100 botol ukuran 1 liter dan 200 botol kecil yang siap minum. Per botol ukuran 1 liter, biasanya dijual ke konsumen seharga 25 ribu dan botol kecil siap minum, 5 ribu. Ketika disinggung mengenai pemasaran, Bunyamin menjelaskan jika pemasaran sirup belimbing wuluh tidaklah terlalu menjadi kendala.
“Biasanya jika pasien datang berobat atau bekam di tempat saya, saya selalu suguhkan minuman sirup belimbing wuluh ini. Umumnya mereka cocok dan membawa pulang satu hingga beberapa botol. Selain itu, setiap pagi saya kerap berkeliling ke kantor dan instansi pemerintahan, di situlah saya juga kerap menawarkan sirup ini. Perlahan-lahan sirup ini ternyata cocok dan disukai banyak konsumen.” Tutupnya.
Bunyamin Pagotan, Madiun, Jawa Timur 085335798817
Ahmed
Latest posts by Ahmed (see all)
- Wirausaha Bisnis Komputer di Computer Exhibition Solutions 2015 - Friday, 30 October 2015
- Wirausaha yang Sukses Jangan Pelit Berbagi Ilmu - Thursday, 29 October 2015
- Beranjak Tua tapi Ia Tetap Menjaga Semangat Wirausaha - Sunday, 25 October 2015






