Ternak Parkit: Peluang Usaha Dibalik Burung Lucu Berbulu Indah
Dengan kombinasi bulu yang beraneka warna, memiliki tingkah lucu dan penurut, burung parkit memang bisa menjadi salah satu pilihan bagi yang menyukai burung sebagai binatang peliharaan. Anak-anak hingga dewasa umumnya senang melihat tingkah laku burung parkit, apalagi kalau si parkit sudah nurut dan jinak. Biasanya parkit juga kerap dipelihara di teras atau halaman rumah untuk menambah keceriaan rumah seseorang. Nah, dibalik keunikan burung yang mirip dengan lovebird ini, ternyata menyimpan potensi peluang usaha luar biasa jika dikembangkan dengan serius.
Budidaya burung parkit, sebetulnya tidaklah sulit. Menurut Mansyur, asal kita tahu tahapan yang benar mengenai budidaya burung parkit, maka tingkat keberhasilan dalam budidaya parkit pasti tinggi. Tapi, jika kita asal dalam perawatan dan pemeliharaan, maka hasilnya tentu akan kurang memuaskan, bahkan bisa gulung tikar.
“Hal utama ketika mencoba peluang usaha membudidayakan burung parkit adalah membuat kandang yang ideal dan memilih jodoh burung parkit yang cocok. Untuk kandang, saya menggunakan sistem koloni. Artinya, satu kandang berukuran panjang 2 meter, lebar 1 meter dan tinggi 2 meter bisa diisii hingga 20 pasang parkit. Asal diberi glodog (tempat bertelur serta mengerami telur) sejumlah pasang indukan di kandang. Nah, dalam menemukan jodoh burung parkit jantan juga meski sabar, karena jika kita sabar biasanya indukan itu tidak mau akur.” Ujar Mansyur salah seorang peternak burung parkit kepada wartawirausaha.com.
Menurut mansyur, kandang dengan sistem koloni ini memang mampu menekan biaya dan praktis. Namun, perawatan dan kebersihan kandang harus selalu dijaga, agar tidak ada penyakit yang menyerang si parkit. Begitu satu parkit terserang penyakit, biasanya penyakit tersebut mudah menyebar ke parkit yang lain.
“Agar parkit tidak mudah terserang penyakit, solusinya cukup mudah, kandang harus mendapat cahaya matahari yang cukup. Artinya kandang jangan sampai ditaruh di tempat yang lembab dan kurang asupan cahaya serta
udara. Sirkulasi udara yang bagus juga berfungsi untuk membuang virus apabila ada parkit yang terkena penyakit. Selain itu, air minum setiap hari harus diganti dan tempatnya dibersihkan. Serta jangan lupa diberi vitamin yang bisa dicampur ke air minum burung.” Ungkap Mansyur.
Produktivitas burung parkit bisa dibilang cukup tinggi. Dalam dua bulan sepasang parkit bisa bertelur hingga 5 butir. Jika cuaca dan lingkungan bagus, 5 butir telur tersebut bisa menetas semua. Dari 30 pasang lebih, Mansyur mengaku mampu membukukan omset lumayan di setiap bulannya. Untuk pemasaran burung sendiri, mansyur mengaku tidak mengalami banyak kendala. Karena, begitu anakan parkit lepas sapih dan dipindah ke kandang lain, para penjual burung dari berbagai pasar burung biasanya akan mengambilnya. “Terkadang para penjual burung ini kerap tidak bisa mendapat anakan parkit, karena sudah lebih dulu dibeli sama penghobi atau konsumen langsung.” Tambah Mansyur.
Dalam menjaga produktivitas parkit agar selalu bagus, biasanya Mansyur memberikan pakan yang berkualitas dan menggandung banyak nutrisi. Sebagai pakan utama, Mansyur memberikan Milet. Sedangkan makanan sampingan bisa diberikan jagung muda, maupun sayur kangkung. Jangan lupa sediakan pula tumbukan batu merah atau pasir untuk membantu pencernaannya, sekaligus untuk mencukupi kebutuhan mineralnya.
Setiap usaha selalu ada kendala dan tantangan, seperti juga budidaya burung Parkit ini. Mansyur menuturkan, kendala utama yang kerap menyerang burung adalah penyakit. Lalu kendala yang lain adalah hama dari predator, seperti tikus, semut dan ular. Meski demikian, Mansyur sebagai peternak parkit yang sudah cukup senior memberikan tips.
“Agar terhindar dari penyakit, kandang harus selalu dalam kondisi bersih, kering dan dapat cahaya matahari. Sirkulasi udara juga meski bagus, agar penyakit tidak mudah menular ke burung yang lain. Jika ada burung yang terlihat kurus dan tidak aktif, bisa diambil dari sangkat lalu ditaruh di sangkar khusus, untuk mengantisipasi penyebaran penyakit. Jika cuaca sangat terik, bawah kandang bisa disiram air agar lebih dingin. Kandang diupayakan jangan sampai ada lubang atau terbuka untuk mengantisipasi masuknya tikus dan binatang lainnya.” Ujar Mansyur.
Pasar bagi burung parkit hingga kini, menurut Mansyur masih sangat terbuka lebar, juga pada tahun-tahun berikutnya. Agar hasil budidaya lebih mantap, Mansyur menyarankan juga untuk membudidayakan parkit dengan mata merah atau warna bulu polos. Saat ini, harga pasaran seekor parkit mata merah berkisar antara 40 – 50 ribu. Sedangkan untuk parkit mata hitam atau parkit biasanya sekitar 20 – 30 ribu perekor. Jadi, bila anda termasuk yang gemar memelihara burung sebagai hobi saja, mungkin saatnya mengembangkan hobi tersebut sekaligus sebagai peluang bisnis dengan memanfaatkan potensi yang ada didalamnya.
Ahmed
Latest posts by Ahmed (see all)
- Wirausaha Bisnis Komputer di Computer Exhibition Solutions 2015 - Friday, 30 October 2015
- Wirausaha yang Sukses Jangan Pelit Berbagi Ilmu - Thursday, 29 October 2015
- Beranjak Tua tapi Ia Tetap Menjaga Semangat Wirausaha - Sunday, 25 October 2015






