Menjadikan Yoghurt Yoja sebagai Ikon Baru Yogyakarta
Memasuki Kompleks Pemandian Istana Raja Taman Sari, kita akan dibuat kagum oleh struktur bangunan yang megah dan deretan rumah warga yang berdampingan dengan komplek taman sari. Deretan rumah warga tersebut menjadi salah satu daya jual pariwisata Kota Yogyakarta. Memiliki kekhasan sebagai kampung pengrajin batik tulis dan juga predikat kampung cyber, para wisatawan asing dan domestik menjadikan kampung ini sebagai tujuan wisata. Tidak heran, sepanjang hari akan terlihat banyak wisatawan asing dan domestik yang keluar masuk gang dan berinteraksi dengan masyarakat. Tapi, di salah satu sudut persimpangan gang kampung ini terdapat seorang wirausaha yang berbeda dari kebanyakan wirausaha di kampung ini. Wanita wirausaha ini memiliki produksi yoghurt.
Datang ke rumah produksi yoghurt di kampung cyber untuk pertama kalinya, kita akan disambut dengan 2 freezer di beranda rumah. Sebuah pemandangan yang kontras dengan sekelilingnya. Suasana rumah yang sederhana dan penuh langsung menjadi kesan pertama kita saat pertama kali bertandang ke rumah tersebut. Rumah yang dihuni Endah Palupi dan keluarganya ini dijadikan tempat produksi yoghurt bernama ‘Yoja’. Yoghurt yoja masih terdengar asing di masyarakat Yogyakarta. Penetrasi pasar yang kurang merupakan penyebabnya. Tetapi sang pemilik, Endah Palupi, merasa yakin dengan produk yoghurtnya. Bahkan Endah Palupi bermimpi menjadikan yoghurt yoja sebagai ikon baru Yogyakarta.
Pemilihan nama yoja dan juga desain visual stiker yang menarik di botol yoja merupakan strategi Endah menjalankan bisnisnya. Kata ‘yoja’ ia ambil dari bahasa sehari-hari masyarakat ketika menyebut Yogyakarta dengan kata ‘yogja’. Desain visual stiker yoja yang bertema kartun dengan ikon prajurit lombok abang menjadikan botol yoja mudah diingat. Strategi branding ini ia rasakan penting untuk mengakrabkan produknya dengan masyarakat Yogyakarta dan masyarakat luar Yogyakarta.
Di sisi lain, berada di lingkungan kampung wisata, Endah menjadikan para wisatawan asing dan luar Yogya sebagai konsumen yang memiliki sudut pandang berbeda. Beberapa wisatawan dirasakan Endah memberikan tanggapan yang baik dan kritis. Bahkan ia merasakan respon positif yang mengagetkan saat yoja disukai oleh wisatawan. Endah saat ini mulai menjalankan misinya untuk menjadikan yoja sebagai ikon baru Yogyakarta. Memulai membuka rumah produksi baru yang lebih luas, yoja diharapkan dapat diproduksi lebih banyak dan memiliki jangkauan pemasaran yang lebih luas.
Latest posts by Danoe Santoso (see all)
- Menikmati Racikan Bumbu Wirausaha Kuliner Jogja - Thursday, 31 December 2015
- Wirausaha Wanita Indonesia yang Mendunia - Wednesday, 2 December 2015
- Wirausaha Muda Agrobisnis Indonesia - Tuesday, 1 December 2015










