5 Cara Ilmiah Menciptakan Keberuntungan Dalam Bisnis
Menjadi pengusaha sukses adalah harapan tertinggi semua orang yang memutuskan terjun ke dunia bisnis atau kewirausahaan. Untuk meraih kesuksesan tidak seperti membalikkan telapak tangan, banyak tantangan yang harus dilalui dan membutuhkan proses yang tidak sebentar.
Sukses tercipta dari perjuangan, kemampuan dan keberanian. Setiap usaha sekecil apapun yang berkaitan dengan 3 hal tersebut niscaya bisa memberi dampak pada tingkat kesuksesan seseorang. Sukses biasanya makin mendekat kepada mereka yang selalu tekun berjuang, terus meningkatkan kemampuan dan berani melangkah tanpa takut gagal. Hmmmm, Itu sajakah?
Ternyata ada satu faktor lain yang tidak dianggap sebagai kunci sukses tapi kehadirannya sangat dinantikan, siapakah dia? Dialah keberuntungan. Kalau perjuangan, kemampuan dan keberanian bisa kita usahakan dan diciptakan lalu bagaimana dengan keberuntungan, bisakah kita ciptakan? Ya, ada penelitian yang membuktikan bahwa keberuntungan bisa diciptakan.
Sejak lama, kita telah mengenal yang namanya ‘luck’. Orang menyebutnya dengan berbagai macam nama, melihatnya dari berbagai pendekatan, serta menanggapinya dengan tingkat keseriusan berbeda: Keberuntungan, tangan Tuhan, beginner’s luck, karma, dan seterusnya. Bagaimanapun, banyak riset ilmiah terkait keberuntungan memberikan kesimpulan yang mengejutkan: Siapa pun bisa menjadi lebih beruntung. Bagaimana caranya?
“Kita bertanggung jawab atas sebagian besar keberuntungan yang kita alami,” jelas Richard Wiseman, PhD, seorang profesor psikologi dan penulis buku The Luck Factor, dilansir dari pesona.co.id. Bagi Wiseman, keberuntungan tidak datang dari luar diri, melainkan dari dalam. Inilah 5 cara ilmiah menciptakan keberuntungan dalam bisnis anda.
1. Harapkan Hal Baik
Ketika seseorang merasa beruntung, ia akan meningkatkan kesempatan bagi dirinya untuk mendapatkan sesuatu dari probabilitas yang acak. “Ekspektasi mereka adalah sebuah mimpi yang menjadi nyata,” jelas Wiseman. Penjelasan soal ini adalah: Ketika Anda mempercayai diri sendiri, anda akan lebih termotivasi ketimbang orang lain.
Sebagai pengusaha, anda perlu meningkatkan optimisme terhadap diri sendiri. Hal tersebut selain berdampak terhadap pekerjaan sehari-hari, berpeluang meningkatkan keberuntungan anda dalam jangka panjang.
2. Gunakan Jimat
Kita tidak membicarakan jimat yang aneh-aneh, seperti batu akik, misalnya. Faktanya, benda apa pun bisa berfungsi sebagai talisman selama Anda mempercayainya. Sebuah studi dilakukan di Jerman pada 2010 dengan melibatkan permainan memori. Hasilnya, para pemain dengan jimat mendapatkan skor lebih tinggi dari mereka yang tidak. Jadikan pulpen, buku catatan, atau perhiasan apa pun sebagai lucky charm Anda ketika meeting penting tiba.
3. Membiakkan Keberuntungan
Ya, secara kasar, ini seperti berternak keberuntungan. Caranya? Bergaul dengan lebih banyak orang. Dengan demikian, anda akan membuka keran keberuntungan. Colleen Seifert, PhD, peneliti kognitif dari University of Michigan, menyarankan Anda keluar dari rutinitas sehari-hari: Hadir ke seminar, bikin acara amal, atau sesederhana mengikuti kursus. “Memasukkan unsur kekacauan dalam hidup Anda akan membuka diri anda terhadap kesempatan-kesempatan baru,” kata Seifert.
Penelitian Wiseman menemukan bahwa orang-orang yang merasa beruntung lebih banyak mengenal orang ketimbang mereka yang tidak beruntung. Artinya, jangan hanya berdiam dalam zona nyaman, perluas jaringan setiap hari, semakin banyak bertemu orang baru maka peluang mendapat keberuntungan semakin besar.
4. Cari Benang Merah
“Menemukan hikmah dari ketidakberuntungan dapat membantu otak Anda untuk memproses sebuah situasi dengan cara berbeda,” menurut Tania Luna, Co-author buku Surprise: Embrace the Unpredictable and Engineer the Unexpected. Dalam penelitiannya, Luna mengamati bagian otak anak-anak yang terpapar oleh gambar-gambar dengan emosi intens. Namun ketika ia menjelaskan peristiwa tersebut, otak anak-anak itu menunjukan penurunan aktivitas di sekitar amygdala, daerah yang memproses rasa takut.
Orang-orang yang beruntung memiliki kemampuan untuk mengubah blok mental menjadi sesuatu yang positif, seperti yang ditunjukkan oleh anak-anak setelah diberi penjelasan oleh Luna. Hal tersebut membuat keberuntungan berpihak pada mereka, karena mereka secara terus-menerus mengambil kesempatan yang ada. Jadi, ketika sesuatu yang buruk terjadi, pastikan anda menanyakan hal ini pada diri sendiri: Apa yang telah saya pelajari dari hal ini? Apa yang saya inginkan sekarang? Bagaimana cara mendapatkannya? Jangan sampai pikiran negatif memenuhi pikiran anda dan menutup keberuntungan anda.
5. Percaya Pada Insting
Seorang pengemudi menghentikan kendaraannya tanpa sebab. Sesaat kemudian, sebuah truk lewat persis di hadapannya dan menghantam tiang listrik. Pengemudi itu selamat dan berkata, “saya beruntung!” Ya, ia mungkin beruntung. Tetapi ada penjelasan ilmiah soal ilustrasi itu.
Tubuh manusia memproses informasi jauh lebih banyak dan cepat secara bawah sadar, ketimbang secara sadar. Dalam satu studi di Inggris, para subjek penelitian diminta mengambil kartu dari tumpukan berbeda. Ada dua dek kartu, yang mana para peneliti telah mengisi dek pertama dengan dua kartu bernilai tinggi, dan dek kedua bernilai rendah. Subjek tidak tahu soal ini.
Dalam penelitian itu, para peneliti mengamati detak jantung subjek. Hasilnya, setiap subjek hendak mengambil kartu bernilai tinggi, detak jantung mereka melambat. Artinya, tubuh merasakan perbedaan jauh sebelum pikiran menyimpulkan. Jadi, percaya pada insting Anda. Banyak orang sukses dan beruntung melihat ‘suara hati’ sebagai pertimbangan utama dalam mengambil keputusan.
Anda mungkin mendapati situasi di mana ‘suara hati’ meminta Anda melakukan hal yang terdengar mustahil, seperti pindah karier atau membuka usaha. Tentu saja, ada berbagai pertimbangan sebelum melakukan. Pertama, pastikan bahwa itu benar-benar suara dari dalam hati, bukan godaan sesaat. Kedua, pastikan anda memiliki persiapan sebelum memutuskan. Jika anda sudah yakin, kini waktunya meningkatkan keberuntungan!
wartawira
Latest posts by wartawira (see all)
- Contoh Emotional Selling Dalam Penjualan - Sunday, 16 March 2025
- Penerapan Law of Averages Dalam Pemasaran - Tuesday, 21 January 2025
- Menemukan Tujuan Hidup Dengan Filosofi Ikigai - Tuesday, 21 January 2025






