Hobi Tersalur, Bisnispun Lancar
Langkah awal membangun sebuah bisnis, akan menentukan hasil akhir yang ingin dicapai. Karena dalam membangun suatu bisnis, selain kita harus memiliki niat yang kuat, dan ketrampilan yang mumpuni, kita juga harus memiliki passion yang kuat terhadap usaha kita. Dengan kecintaan kepada pekerjaan yang kita lakukan, maka akan membuka ide-ide dan inovasi baru dalam produk yang dihasilkan. Passion juga akan selalu merecharge ulang semangat, disaat perjalanan bisnis belum sesuai harapan.
Novita Permatasari, gadis asal Cilacap ini berhasil membuktikan, jika melalui kecintaannya di dunia lukis, dia mampu membuat sebuah usaha yang beromzet besar. Di tahun 2008, Sari (begitu dia dipanggil) mulai menjual secara mobile produk-produk seperti kaos lukis, sepatu lukis dan macam-macam aksesoris kepada teman-teman sekampusnya. Sari mengaku, jika bisnis yang digelutinya sekarang ini merupakan efek dari pelarangannya kuliah di jurusan seni lukis. “Saya yang dulu sempat dilarang kuliah di jurusan seni, berpikir untuk menerapkan pelajaran kuliah saya di manajemen dengan hobi saya – menggambar,” ungkap gadis murah senyum yang menyelesaikan Sarjana Manajemen di Universitas Negeri Yogyakarta ini.
Kian hari, bisnisnya kian disukai banyak kalangan, permintaan pun naik pesat. Dari situlah, Sari kemudian memantapkan diri membuka gerai atau toko yang lebih besar. Dan, dengan resmi, pada tahun 2010, Sari melaunching secara resmi brand Garasell Butik Lukis. Garasell merupakan akronim dari Garasi dan Sell. Sari menggandeng sahabatnya, yang merupakan mahasiswa seni lukis untuk menjadi pegawai, merangkap konsultan.
Sari berharap, dengan membuka Garasell Butik dia mampu membuka lapangan kerja seluas-luasnya, khususnya untuk teman-teman yang berkebutuhan khusus, yang tidak bisa diterima bekerja di lembaga formal. “Selain karena hobi, saya termotivasi untuk membuat sebuah usaha untuk membuka lapangan kerja bagi mereka yang berkebutuhan khusus, yang tidak diterima di lembaga formal,” tambah Sari yang juga bercita-cita ingin membuka studio lukis untuk anak-anak ini.
Meskipun usaha butik lukis mulai menjamur tahun-tahun ini, namun Sari tidak gentar menghadapi persaingan yang kian gencar. Menurut Sari, untuk menyiasati semakin maraknya bisnis ini, dia selau melakukan inovasi-inovasi terbaru. Salah satu contoh inovasi yang dia dilakukan, adalah merubah segmentasi pasar, jika sebelumnya segmennya hanya remaja dan dewasa, maka Sari menambah produk baru yaitu wardrobe lukis untuk ana-anak mulai umur 1 tahun.
Saat ini, Garasell Butik Lukis milik Sari ini memiliki 6 karyawan, 1 orang yang di bagian web, 2 orang untuk admin di twitter @garasellukis dan facebook Garasell Butik Lukis, dan 3 orang untuk bagian produksi. Uniknya, hampir keseluruhan karyawan Garasell Butik ini merupakan keluarga. “Saya berencana membuat Garasell sebagai usaha milik keluarga,” tutup Sari.
Ahmed
Latest posts by Ahmed (see all)
- Wirausaha Bisnis Komputer di Computer Exhibition Solutions 2015 - Friday, 30 October 2015
- Wirausaha yang Sukses Jangan Pelit Berbagi Ilmu - Thursday, 29 October 2015
- Beranjak Tua tapi Ia Tetap Menjaga Semangat Wirausaha - Sunday, 25 October 2015






