Prospek Waralaba Sebagai Pilihan Wirausaha
Menggeliatnya iklim ekonomi di Indonesia semakin meningkatkan pamor sektor waralaba di kalangan penggiat bisnis terutama sektor wirausaha. Kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik oleh perusahaan – perusahaan yang menjadikan waralaba sebagai media ekspansi yang efektif demi mencengkeramkan kuku bisnisnya lebih kuat lagi di Indonesia. Makin menggeliatnya minat wirausaha di kalangan muda pun turut menjadikan waralaba sebagai pusat perhatian dengan segala potensi bisnis yang menggelayutinya.
Sederet merk waralaba asing kelas atas menjadi bukti bahwa Indonesia memiliki potensi pasar yang besar dan masif untuk menghadirkan profit yang tidak sedikit. Seolah tak mau kalah, pemain waralaba lokal pun berbondong – bondong hadir dalam beragam lini usaha mulai dari sektor makanan dan minuman hingga sektor ritel. Mengapa waralaba begitu diminati?
Waralaba menjadi primadona dikarenakan kesederhanaan konsep bisnis yang ditawarkan. Para calon franchisee tidak perlu mengembangkan sebuah sistem dari nol demi mendirikan kerajaan bisnisnya. Ya. Cukup dengan membeli hak franchise, franchisee telah dengan mudah mendapatkan satu modal utama dalam bisnis yakni sistem pengelolaan yang efektif dan efisien. Terlebih lagi, jaminan keberhasilan yang ditawarkan melalui media franchising ini begitu menjanjikan dengan ongkos relatif terjangkau.
Para franchisee hanya perlu mengeluarkan uang untuk membeli hak jual dari pemberi waralaba dan mengeluarkan royalti yang berkisar 5 hingga 15 persen untuk pemberi waralaba tanpa harus pusing memikirkan sistem produksi dan distribusi yang tepat untuk bidang usaha yang digelutinya. Belum lagi, kekuatan merk waralaba juga menjadi senjata ampuh bagi para franchisee untuk mempromosikan produk usahanya tanpa perlu merogoh kocek lebih dalam yang dialokasikan khusus untuk pemasaran dan advertorial.
Kesederhanaan konsep ini cukup menggiurkan bagi para pebisnis pemula khususnya dari kalangan menengah dan usahawan muda. Waralaba tidak hanya menjadi pondasi kokoh untuk kerajaan bisnis yang akan mereka bangun melainkan juga tempat menimba ilmu secara riil terkait sistem pengelolaan yang telah diimplementasikan secara mapan oleh perusahaan-perusahaan franchise tersebut. Tak heran, Valentino Dinsi, Ketua Asosiasi Waralaba Indonesia, memprediksi waralaba akan menjadi media usaha potensial mengingat estimasi peningkatan kelas menengah sebesar 18 juta orang pada tahun 2013 ini.
Peningkatan minat terhadap waralaba ini juga disertai dengan kian heterogennya cakupan unit usaha yang ditawarkan. Bila sebelumnya sektor makanan dan minuman menjadi sektor favorit, kini tidak ada dominasi khusus dari sektor tertentu dari segi tingkat penjualan waralaba di Indonesia. Bahkan konsultan waralaba, Evi Diah Puspitawati, memprediksi waralaba yang bergerak dalam unit usaha berbasis lifestyle seperti spa dan salon kecantikan akan bertumbuh pesat di tahun ini mendampingi sektor makanan dan minuman yang tak kunjung juga menunjukkan titik jenuh.
So, masih ragu dengan potensi waralaba?
Riki Akbar
Latest posts by Riki Akbar (see all)
- Peran Penting Wirausaha Dalam Mengentaskan Kemiskinan - Saturday, 29 June 2013
- Prospek Waralaba Sebagai Pilihan Wirausaha - Tuesday, 5 March 2013
- Prospek Cerah Wirausaha Indonesia - Wednesday, 27 February 2013






