• Home
  • Motivasi
  • Kisah Inspiratif
  • Tips Wirausaha
  • Peluang Usaha
  • Belanja Online
  • Sitemap
  • Kontak
Contoh Emotional Selling Dalam Penjualan
Penerapan Law of Averages Dalam Pemasaran
Menemukan Tujuan Hidup Dengan Filosofi Ikigai
Ternyata Ini Manfaat Interaksi dan Berkomentar Di Instagram
Kisi-kisi SKB CPNS Dan Panduan Wajib CAT CPNS 2024-2025
Bagaimana Ciri Copywriting Yang Ampuh untuk Promosi
Mengapa Copywriting Penting Untuk Promosi Bisnis Anda
Tips Mengikuti Program Afliasi Yang Sukses Super Cuan
Gak Cuma Dijual, Inilah 5 Ide Bisnis Tanaman Hias Yang Bikin Kamu Super Cuan
Apa Penyebab Tupperware Mengalami Kebangkrutan?
Viral Di Tiktok Jualan Mochi Pinggir Jalan Raih Omzet Ratusan Juta
Dari Bisnis Bumbu Rempah Sasetan Annisa Kantongi Omzet 500 juta per bulan
10 Rekomendasi Ide Jualan Online Yang Paling Laku
Bangkit Dari Keterpurukan PHK Malah Sukses Jadi Pengusaha Pempek
Terinspirasi dari Hobi Dede Sukses Berbisnis Produk Perawatan Kendaraan

Kisah Unik Thomas Talhelm Mendirikan Perusahaan Pembersih Udara DIY

By : wartawira
2 Komentar
      
Tag Smart Air Purifier, Social Enterprise, Thomas Talhelm
Thomas Talhelm Founder Smart Air, ALat penjernih Udara DIY

Thomas Talhelm. (Sumber foto: SmartAirFilters.com)

Dikembangkan oleh Thomas Talhelm pada tahun 2013, Smart Air purifiers kini telah berkembang pesat dan telah memperluas jangkauannya ke India, Mongolia dan Filipina dengan pengiriman mencakup Thailand, Pakistan, dan Indonesia.

Thomas menjalankan Smart Air sebagai perusahaan sosial dengan misi untuk mendidik masyarakat tentang polusi udara, pengetahuan tentang alat pembersih udara dan cara-cara yang terjangkau agar dapat menghirup udara yang bebas polusi. “Kami pikir jika melihat data empiris, maka orang tidak perlu menghabiskan banyak uang hanya untuk sekedar membeli alat pembersih udara dan masker,” kata Thomas.

Kisah unik Thomas Talhelm mendirikan perusahaan pembersih udara DIY dimulai pada Januari 2013, saat itu Thomas yang seorang mahasiswa PhD sedang melakukan penelitian di Beijing ketika “airpocalypse” melanda. Kata ‘airpocalypse’ digunakan untuk menjelaskan tingkat polusi udara di kota itu yang memuncak hampir 35 kali diatas batas yang direkomendasikan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Thomas merasa dia harus melakukan sesuatu untuk mengatasinya, maka ia pergi untuk membeli pembersih udara. Ia terkejut, tak menyangka sebuah alat pemurni udara paling populer di Beijing harganya diatas $ 1.000, tidak terjangkau untuk ukuran seorang mahasiswa seperti dia.

Tak ingin menyerah, Thomas lalu menggali lebih dalam. Ia sangat penasaran apa yang ada di dalam kotak ajaib itu sehingga membuat harganya begitu mahal? Dia segera mengetahui bahwa “bahan aktif” di sebagian besar pembersih udara hanyalah filter HEPA. HEPA atau High Efficiency Particulate Air adalah jenis filter udara mekanis yang bekerja dengan menyaring debu, asap rokok, bulu hewan, dan lainnya yang terdapat dalam udara. Sistem kerja HEPA filter adalah dengan menyaring udara dan membersihkannya. Thomas menemukan mekanisme sederhana; kipas mendorong udara melalui filter HEPA dan kemudian menghembuskannya kembali. Hanya itu saja. Hanya itu yang anda butuhkan untuk menyaring partikel berbahaya dari udara yang anda hirup.

Prototipe pertama penjernih udara Smart Filter

Prototipe pertama penjernih udara DIY Thomas Talhelm. (smartfilters.com)

Dia bertanya-tanya mengapa tidak membuat alat pemurni udara sendiri jika prosesnya sesederhana itu. Dia lalu membeli filter HEPA dan mengikatnya ke kipas yang dia miliki. Dan terbukti bekerja! Alat pembersih udara sudah siap hanya dengan harga sekitar $ 30.

Thomas tidak berhenti di situ. Dia menginginkan pembersih yang dibuatnya mampu menangkap partikel terkecil PM 2.5 (Partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 2.5 mikron (mikrometer)) yang dapat menembus jauh ke dalam paru-paru. Ia membeli sejumlah alat uji, termasuk penghitung partikel laser.

Thomas kemudian melakukan serangkaian pengujian dan membuat alat pembersih DIY di kamar tidurnya sehingga dapat melacak tingkat partikulatnya di beberapa tes. Setelah menjadi jelas dan valid, data tersebut lalu ia publikasikan secara online bersama dengan instruksi tentang bagaimana orang dapat membuat pembersih udara mereka sendiri tanpa harus membeli alat yang mahal. Beberapa surat kabar dan majalah menulis artikel tentang “penemuan” Thomas itu, dan beritanya segera menyebar di Beijing.

Segera, Jaringan Energi Beijing atau Beijing Energy Network (BEN) sebuah organisasi lingkungan China menyarankan agar dia menjalankan lokakarya DIY untuk menunjukkan kepada orang-orang bagaimana membangun pemurni udara mereka sendiri. Berbagai pertanyaan juga membanjiri emailnya bertanya tentang jenis kipas atau filter HEPA yang dapat digunakan membuat untuk filter udara sendiri. Melihat banyaknya antusiasme dan permintaan yang terus meningkat, Thomas kemudian bekerja sama dengan teman-temannya; Gus Tate dan Anna Guo mendirikan startup sosial bernama Smart Air pada tahun 2013.

Terkait dengan perusahaan yang didirikannya, Thomas berkata, “Kami tidak pernah menerima investasi dari luar. Sejak hari pertama, kami mandiri. Ini memberi kami kebebasan untuk membuat keputusan yang tidak didasarkan pada keinginan investor kaya, tetapi pada cara terbaik untuk memberikan udara bersih kepada orang-orang.” Dia menambahkan bahwa perusahaan terbuka untuk pendanaan eksternal hanya dari orang-orang yang memiliki misi sosial yang sama yaitu memberikan udara bersih kepada yang membutuhkan.

Sebagai perusahaan social enterprise, misi utama Smart Air adalah memotong biaya yang tidak diperlukan untuk mendapatkan udara bersih bagi siapapun dengan harga murah. Misalnya mereka tidak menggunakan metode pemasaran yang mahal. Juga menghilangkan perantara serta mengirim sendiri sebagian besar pesanan. “Kami memotong ‘gimmick’ atau pemanis yang tidak perlu yang ada pada sebagian besar pembersih seperti lampu berkedip, aplikasi yang mengganggu atau ioniser yang tidak efektif,” kata Dhariyash Rathod, pimpinan Smart Air India.

Karena Smart Air adalah perusahaan sosial, keuntungan bukanlah motivasi pertamanya. “Kami sengaja membuat harga serendah mungkin, dengan margin keuntungan yang jauh lebih rendah daripada norma di industri. Kemudian kami mengambil keuntungan tersebut dan berinvestasi kembali melalui penelitian open-source, workshop, dan merancang mesin baru,” katanya, dan Dhariyash menambahkan bahwa 100 persen keuntungan perusahaan digunakan untuk menciptakan udara bersih.

Menurut Dhariyash, model bisnis mereka didasarkan pada umpan balik yang positif. “Semakin banyak pembersih yang kami jual, maka semakin banyak pendapatan yang kami miliki dan semakin banyak pula kami harus berinvestasi kembali untuk menyediakan udara bersih bagi orang-orang. Itu berarti setiap pembersih Smart Air yang anda beli membantu semakin banyak orang terlindungi dari polusi udara.”

Thomas Talhelm sendiri sekarang adalah Associate Professor of Behavioral Science di University of Chicago Booth School of Business. Ia terus mencurahkan waktu luangnya untuk menghadirkan udara bersih bagi orang-orang di seluruh dunia. Operasi Smart Air dipimpin oleh berbagai pimpinan yang bekerja penuh waktu dengan perusahaan.

Kisah Unik Thomas Talhelm Mendirikan Perusahaan Pembersih Udara DIY

Smart Air ingin memperluas operasinya ke lebih banyak tempat dimana kesadaran tentang bahaya polusi udara masih rendah dengan cara mengadakan berbagai inisiatif lokakarya dan melatih para pendidik dan pemimpin suatu daerah sehingga mereka dapat secara konsisten memberikan lokakarya dan intervensi kepada komunitas di wilayah tersebut.

Kini, Smart Air secara resmi ada di China, India, Thailand, Philippines, Mongolia, Bangladesh, Indonesia dan memiliki perwakilannya di Kyrgyzstan, Kazakhstan, Uzbekistan & Turkmenistan, Pakistan, Singapore, Vietnam.

The following two tabs change content below.
  • Bio
  • Latest Posts

wartawira

wartawirausaha.com
Kunjungi Rekomendasi Belanja Online disini

Latest posts by wartawira (see all)

  • Contoh Emotional Selling Dalam Penjualan - Sunday, 16 March 2025
  • Penerapan Law of Averages Dalam Pemasaran - Tuesday, 21 January 2025
  • Menemukan Tujuan Hidup Dengan Filosofi Ikigai - Tuesday, 21 January 2025
Daftarkan email anda Disini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
  • Click to share on Twitter (Opens in new window)
  • Click to share on Facebook (Opens in new window)
  • Click to share on Pinterest (Opens in new window)
  • Click to share on LinkedIn (Opens in new window)
  • Click to share on WhatsApp (Opens in new window)
  • Click to share on Telegram (Opens in new window)

Komentar 2

  1. Rendy Pratama Tuesday, 1 December 2020 at 21:59 Reply

    Kalau dibaca trus direnungkan sebenarnya banyak peluang yg datang dan pergi. Cuma kadang-kadang kita nya yg ga paham bgmana mengelola peluang tsb jd sesuatu yg menghasilkan. Sangat mwnginspirasi.

  2. Pingback: 10 Cara Berpikir Cerdas Menjalani Hidup Yang Kreatif Menurut Elizabeth Gilbert

Leave a Reply Cancel reply

*
*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

RECENT

POPULAR

COMMENTS

Contoh Emotional Selling Dalam Penjualan

Posted On 16 Mar 2025
Penerapan Law of Averages dalam pemasaran

Penerapan Law of Averages Dalam Pemasaran

Posted On 21 Jan 2025
Ikigai bahasa indonesia

Menemukan Tujuan Hidup Dengan Filosofi Ikigai

Posted On 21 Jan 2025
Manfaat Interaksi dan Berkomentar Di Instagram

Ternyata Ini Manfaat Interaksi dan Berkomentar Di Instagram

Posted On 21 Jan 2025
Kisi-kisi SKB CPNS 2024

Kisi-kisi SKB CPNS Dan Panduan Wajib CAT CPNS 2024-2025

Posted On 05 Nov 2024

Prospek Cerah Budidaya Cacing Lumbricus Rubellus

Posted On 23 Aug 2013

Peluang Usaha Beternak Kelinci

Posted On 10 Jul 2013

Jual Lebah Madu Koloni Siap Ternak

Posted On 20 Jul 2013
Budidaya Kroto

Peluang Usaha Budidaya Kroto

Posted On 06 Feb 2014

Lanang Barbershop, Waralaba Salon Khusus Pria dengan Sistem Kekeluargaan

Posted On 08 Mar 2013

[…] sumber : wartawirausaha.com...

Posted On 11 Jan 2025

[…] untuk melihat kesesuaian...

Posted On 25 Nov 2024

[…] digital. Dalam dunia yang...

Posted On 17 Nov 2023

[…] manusia sehari-hari. Bagaimana...

Posted On 02 Nov 2021

kapan ada program kerjasama wirausaha...

Posted On 01 Nov 2021

 
---
Direktori Wirausaha | Event | Motivasi | Kisah Inspiratif | Tips Wirausaha | Peluang Usaha
 
Copyright © 2014 wartawirausaha.com - Artikel Wirausaha, Tips Bisnis, Kisah Inspiratif, Motivasi dan Peluang Usaha. Profil - Hubungi kami.