Lulu Sayyidatu, Desain Ditolak Akhirnya Jadi Pengusaha Sepatu Sukses
Lulu Sayyidatu adalah seorang pengusaha sepatu asal Cimahi yang produk-produknya telah beredar luas bahkan hingga luar negeri. Ide untuk mulai menjalankan usahanya sendiri ini justru muncul karena mendapat penolakan desain sepatu yang ia kirim ke sebuah perusahaan. Berawal dari kegagalan tersebut membuat Lulu dan suaminya, Penni Ahlani akhirnya memutuskan untuk membangun sebuah perusahaan rumah kreatif yang memproduksi dan merancang sepatu serta sandal homemade bermerek “Mimosabi” pada tahun 2008.
Modal awal yang dipakai untuk membangun usaha tersebut terbilang kecil. Lulu hanya membutuhkan biaya sebesar 5 juta rupiah yang digunakan untuk merancang beberapa model sepatu yang kemudian ia tawarkan ke rekan-rekannya. Selain dengan metode promosi langsung, Lulu juga memanfaatkan media internet seperti multiply dan blogspot untuk memasarkan produknya.
Beragam model sepatu bisa dirancang disana, mulai yang model flat shoes, high heels, hingga wedges. Pada saat pertama kali usaha tersebut berdiri, Lulu menyediakan 50 macam model desain produk yang bisa dikerjakan sesuai pesanan dan dibantu oleh 7 orang karyawan yang semuanya adalah pengamen. Gayungpun bersambut, berkat kegigihan dan respon positif dari para pelanggannya, usahanya pun sukses mendatangkan omset besar bagi Lulu dan suaminya.
Ditahun pertama sejak bisnis tersebut didirikan, mereka sukses meraup omset sekitar 30 hingga 45 juta rupiah per bulan. Masa-masa sulit sebagaimana umumnya dialami oleh pengusaha industri kecilpun sempat dialami oleh Lulu. Banyaknya pesaing yang bermunculan dengan bidang dan produk yang sejenis sempat membuat usaha yang dirintisnya tersebut mengalami penurunan omset. Tapi berkat kegigihan dalam menjalankan bisnis, akhirnya Lulu mampu bangkit dari keterpurukan, bahkan semakin berkembang.
Pelanggannya kini bukan hanya dari kalangan masyarakat Indonesia saja, namun mampu merambah ke luar negeri. Ia bahkan telah memiliki pelanggan tetap dari Malaysia, Brunei Darussalam, dan Singapura. Lebih dari 1.000 pasang sepatu ia kirim ke 3 negara tetangga tersebut untuk memenuhi pesanan. Dengan semakin meningkatnya pesanan sepatu handmade buatannya, membuat Lulu tidak lekas puas dengan kesuksesan yang telah ia raih. Ia kemudian membuat langkah yang sangat bijak dan cerdas, yaitu menunjuk sebuah desa di Bandung untuk membantu mengerjakan sepatu “Mimosabi”, sekaligus juga membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat disana, sehingga memiliki pekerjaan tetap dan menambah penghasilan mereka. Berkat langkah strategis yang diambilnya, kini Lulu dan suaminya mampu menghasilkan omset lebih dari 150 juta rupiah sebulan.
Wanita yang telah dikaruniai dua orang anak ini tidak mau cepat puas dengan segala hal yang telah ia raih. Ia sadar produknya masih bisa terus berkembang dan meraih kesuksesan yang lebih besar lagi. Untuk itulah ia selalu berinovasi, salah satunya dengan merancang desain-desain yang baru agar bisa memuaskan para pelanggannya. Semoga kisah sukses ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Aditya Haryanto
Latest posts by Aditya Haryanto (see all)
- Firmansyah Budi Prasetyo, Sarjana Yang Sukses Jadi Pengusaha Kripik Singkong - Sunday, 28 September 2014
- Puspo Wardoyo, Pria dibalik Kesuksesan “Ayam Bakar Wong Solo” - Friday, 19 September 2014
- Mengenal Mas J, pengarang buku laris “The Power of Kepepet” - Friday, 4 April 2014






