• Home
  • Motivasi
  • Kisah Inspiratif
  • Tips Wirausaha
  • Peluang Usaha
  • Belanja Online
  • Sitemap
  • Kontak
Contoh Emotional Selling Dalam Penjualan
Penerapan Law of Averages Dalam Pemasaran
Menemukan Tujuan Hidup Dengan Filosofi Ikigai
Ternyata Ini Manfaat Interaksi dan Berkomentar Di Instagram
Kisi-kisi SKB CPNS Dan Panduan Wajib CAT CPNS 2024-2025
Bagaimana Ciri Copywriting Yang Ampuh untuk Promosi
Mengapa Copywriting Penting Untuk Promosi Bisnis Anda
Tips Mengikuti Program Afliasi Yang Sukses Super Cuan
Gak Cuma Dijual, Inilah 5 Ide Bisnis Tanaman Hias Yang Bikin Kamu Super Cuan
Apa Penyebab Tupperware Mengalami Kebangkrutan?
Viral Di Tiktok Jualan Mochi Pinggir Jalan Raih Omzet Ratusan Juta
Dari Bisnis Bumbu Rempah Sasetan Annisa Kantongi Omzet 500 juta per bulan
10 Rekomendasi Ide Jualan Online Yang Paling Laku
Bangkit Dari Keterpurukan PHK Malah Sukses Jadi Pengusaha Pempek
Terinspirasi dari Hobi Dede Sukses Berbisnis Produk Perawatan Kendaraan

Memaksimalkan Nilai Ekonomi Tanpa Merusak Hutan dengan Budidaya Porang

By : Ahmed
2 Komentar
      
Tag Budidaya Porang

usaha-budidaya-porangPorang atau tumbuhan yang dikenal memiliki  nama ilmiah Amorphopallus Oncophillus ini, sejatinya merupakan tanaman yang bisa tumbuh subur di hutan-hutan tropis seperti di wilayah Indonesia. Tanaman ini selain bisa ditanam di dataran tinggi, juga mampu berkembang dengan baik didataran rendah. Apalagi jika penanamannya terintegrasi dengan hutan atau budidaya pohon tegakan seperti jati dan sono. Porang dikenal mudah tumbuh dan tahan akan hama, selain itu prospek tanaman ini semakin hari semakin cerah karena mulai dilirik oleh negara-negara maju seperti Jepang, dan berbagai negara di Eropa.

Di Jawa, porang kerap disebut iles-iles atau suweg. Porang sendiri merupakan tumbuhan semak (herba) yang memiliki tinggi pohon rata-rata 100 – 150 cm, dengan umbi tunggal yang berada di dalam tanah. Tangkai daun porang tumbuh tegak, lunak, dan memiliki permukaan yang halus ketika diraba, serta berwarna hijau atau kehitaman. Dan, pada setiap pertemuan batang akan tampak seperti tonjolan berwarna coklat atau kerap disebuat katak, yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan vegetatif.

“Prospek porang, saat ini dan ke depan saya rasa makin cerah. Karena untuk porang, di Jawa Timur sendiri sudah ada banyak buyer yang siap menampung porang dari petani, baik yang masih basah atau yang sudah dibuat chip (diiris tipis dan dikeringkan). Saat ini bahkan sudah banyak pabrik tepung porang yang membutuhkan mitra kerjasama dengan petani yang berada di sekitar hutan atau yang memiliki pohon tegakan.” Ujar Harijadi seorang wirausahawan pembudidaya porang saat ditemui di kawasan hutan pinus, pegunungan Lawu, plaosan.

Menurut Hariyadi, budidaya tanaman porang memiliki nilai ekonomi yang tinggi, karena tanaman ini ternyata memiliki berbagai kandungan yang berguna untuk industri kesehatan. Seperti kandungan zat Glucomanan yang bisa digunakan untuk bahan campuran pembuatan kapsul. Selain itu, tepung dari porang bisa juga digunakan untuk bahan baku lem, agar-agar, mi, tahu, pembuatan roti, hingga kosmetik. “Iles-iles ini merupakan tanaman jenis umbi-umbian yang paling mudah dibudidayakan, selain itu tingkat panennya yang termasuk tinggi. Umbi porang dalam satu pohon bisa mencapai bobot 5 kg, jika perawatan tanaman porangnya benar. 1 kg porang basah (yang baru dipanen) dihargai pabrik sekitar 3000, sedangkan jika porang tersebut sudah di proses menjadi chip, harga bisa melambung menjadi 22000.” Tambah Hariyadi kepada team wartawirausaha.com.

wirausaha-budidaya-porangBudidaya porang, sebenarnya cukup mudah. Menurut Hariyadi ada tiga sistem dalam penanaman porang, sistem pertama adalah perkembangbiakan dengan katak. Sistem kedua dengan menggunakan biji atau buah porang, biji porang ini diambil dari tongkol buah dimana dalam kurun waktu empat tahun akan menghasilkan 250 butir. Dan yang terakhir adalah perkembangbiakan dengan umbi. “Nah, perkembangbiakan dengan umbi porang ini, dinilai memiliki persentase keberhasilan yang cukup tinggi, bahkan bisa mencapai 100 persen. Namun, harga perumbi yang masih tinggi yaitu sekitar 2000 perbiji, membuat petani porang pemula kerap balik langkah. Padahal, sebenarnya budidaya porang dengan menggunakan umbi hanya di awal saja. Ke depan, dari pohon porang bisa diambil kataknya, untuk kemudian dibudidayakan kembali.” Ujar Hariyadi yang tengah merintis koperasi Merah Putih sebagai payung bagi para petani porang ini.

Media atau tanah yang akan ditanami porang tidak terlalu khusus, bahkan, menurut Hariyadi tanah di dataran tinggi maupun rendah sama bagusnya untuk membudidayakan porang ini. Namun demikian, agar porang tumbuh dengan baik dan subur, kondisi tanah sebaiknya tanah yang gembur dan sedikit berpasir serta tidak becek (tergenang air). Hariyadi juga menambahkan, untuk jarak tanam porang bisa berapa saja, asal tidak terlalu rengkat.

“Tanaman porang memiliki sifat khusus, yaitu membutuhkan cahaya matahari maksimum hanya sampai 40%. Wirausaha budidaya porang akan lebih baik jika saling terintegrasi dengan pohon tegakan atau dengan memaksimalkan lahan hutan. Karena inilah, saya beserta para kelompok tani dari berbagai desa di Plaosan mencoba membudidayakan porang di bawah tegakan pohon pinus. Sehingga ke depan kita bisa mengeksplore hutan-hutan di pegunungan Lawu ini untuk ditanami porang.” Ungkap Hariyadi.

peluang-usaha-porangHariyadi yakin, meskipun memaksimalkan lahan hutan, khusunya di bawah tegakkan pohon pinus, tidak akan sampai merusak fungsi hutan tersebut. Hal ini karena dalam budidaya porang di bawah tegakan, tidak akan merusak atau memotong pohon. Berbeda jika dalam membudidayakan sayuran disekitar hutan, yang kerap menebang hutan untuk alih fungsi lahan.
“Daripada hutan-hutan pinus ini ditebang lalu dialihfungsikan menjadi lahan pertanian, maka bukankah lebih baik, jika kami kombinasikan area hutan ini dengan budidaya porang. Nilai ekonomi untuk masyarakat tetap dapat, selain itu hutan juga tetap terjaga kelestariannya.” Ujar pria yang memiliki pengalaman cukup lama dalam membudidayakan porang ini.

Meskipun porang masuk dalam tumbuhan semak, dan cukup mudah dalam pengembangbiakkan, namun Hariyadi tetap akan memperlakukan porang sebagai tanaman yang potensial, yaitu dengan merawat sebaik-baiknya. Salah satu perawatan yang wajib untuk porang adalah pemberian pupuk selama 2 kali dalam sekali masa panen atau 7 bulan.
“Untuk pemberian pupuk, kami berusaha menggunakan pupuk organik, sehingga efek ke depan bagi tanah juga akan bagus. Dalam sekali masa panen atau 7 bulan, kami lakukan pemupukan 2 kali.

Agar hasil lebih maksimal, penanaman umbi porang bisa dilakukan pada awal musim hujan. Setelah porang ditanam, dan hujan pertama turun, langsung di pupuk.” Tambah hariyadi.
Kendala yang biasa dihadapi oleh petani porang biasanya tidak terlalu mencemaskan. Hal ini karena porang merupakan tumbuhan yang cukup kuat dan tahan akan hama. Namun, karena peluang usaha tanaman ini belum dikembangkan secara maksimal mengenai fungsi dan penggunaannya, hal ini membuat ketersediaan bibit porang khususnya umbi belum maksimal.

The following two tabs change content below.
  • Bio
  • Latest Posts
My Twitter profileMy Facebook profile

Ahmed

aktivis at PT. Wartawirausaha
Magang abadi di wartawirausaha sambil bertani.
My Twitter profileMy Facebook profile

Latest posts by Ahmed (see all)

  • Wirausaha Bisnis Komputer di Computer Exhibition Solutions 2015 - Friday, 30 October 2015
  • Wirausaha yang Sukses Jangan Pelit Berbagi Ilmu - Thursday, 29 October 2015
  • Beranjak Tua tapi Ia Tetap Menjaga Semangat Wirausaha - Sunday, 25 October 2015
Daftarkan email anda Disini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
  • Click to share on Twitter (Opens in new window)
  • Click to share on Facebook (Opens in new window)
  • Click to share on Pinterest (Opens in new window)
  • Click to share on LinkedIn (Opens in new window)
  • Click to share on WhatsApp (Opens in new window)
  • Click to share on Telegram (Opens in new window)

Komentar 2

  1. Wisnu Friday, 29 May 2015 at 09:36 Reply

    Ini kan tumbuhan liar kalau di tempat saya. biasanya menggerombol di bawah bambu-bambu liar. baru tahu ternyata memiliki potensi juga? Siapa tahu ada pengepul porang yang minat….

  2. oscar Tuesday, 6 May 2014 at 09:45 Reply

    Di daerah sya bnyak porang, kendalanya mau jual kemana?

Leave a Reply Cancel reply

*
*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

RECENT

POPULAR

COMMENTS

Contoh Emotional Selling Dalam Penjualan

Posted On 16 Mar 2025
Penerapan Law of Averages dalam pemasaran

Penerapan Law of Averages Dalam Pemasaran

Posted On 21 Jan 2025
Ikigai bahasa indonesia

Menemukan Tujuan Hidup Dengan Filosofi Ikigai

Posted On 21 Jan 2025
Manfaat Interaksi dan Berkomentar Di Instagram

Ternyata Ini Manfaat Interaksi dan Berkomentar Di Instagram

Posted On 21 Jan 2025
Kisi-kisi SKB CPNS 2024

Kisi-kisi SKB CPNS Dan Panduan Wajib CAT CPNS 2024-2025

Posted On 05 Nov 2024

Prospek Cerah Budidaya Cacing Lumbricus Rubellus

Posted On 23 Aug 2013

Peluang Usaha Beternak Kelinci

Posted On 10 Jul 2013

Jual Lebah Madu Koloni Siap Ternak

Posted On 20 Jul 2013
Budidaya Kroto

Peluang Usaha Budidaya Kroto

Posted On 06 Feb 2014

Lanang Barbershop, Waralaba Salon Khusus Pria dengan Sistem Kekeluargaan

Posted On 08 Mar 2013

[…] sumber : wartawirausaha.com...

Posted On 11 Jan 2025

[…] untuk melihat kesesuaian...

Posted On 25 Nov 2024

[…] digital. Dalam dunia yang...

Posted On 17 Nov 2023

[…] manusia sehari-hari. Bagaimana...

Posted On 02 Nov 2021

kapan ada program kerjasama wirausaha...

Posted On 01 Nov 2021

 
---
Direktori Wirausaha | Event | Motivasi | Kisah Inspiratif | Tips Wirausaha | Peluang Usaha
 
Copyright © 2014 wartawirausaha.com - Artikel Wirausaha, Tips Bisnis, Kisah Inspiratif, Motivasi dan Peluang Usaha. Profil - Hubungi kami.