Berkat Wacoal, Suryadi Sasmita menjadi sebagai salah satu pengusaha sukses Indonesia
Suryadi Sasmita adalah presiden direktur PT. Indonesia Wacoal sebuah produsen pakaian dalam wanita yang produknya sudah tersebar luas mulai dari pasar domestik hingga mancanegara. Lahir di Jakarta, 12 April 1948, Suryadi sesungguhnya bukan terlahir dalam keluarga yang tergolong berekonomi mampu. Ayahnya tidak memiliki pekerjaan tetap, sehingga mau tak mau menuntut Suryadi untuk menjadi tulang punggung keluarga. Sempat membuka wirausaha konveksi tas bersama sang ayah, bisnis tersebut bangkrut dan pada akhirnya ditutup. Berkat Wacoal, Suryadi Sasmita menjadi sebagai salah satu pengusaha sukses Indonesia.
Pria yang kini berusia 65 tahun itu sendiri pernah mencoba berbagai pekerjaan. Saat masih duduk di bangku SMA, ia pernah bekerja sebagai penjaga toko di sebuah toko tekstil. Bahkan demi mendapatkan penghasilan lebih, ia rela bekerja hingga dua shift. Hal tersebut membuat bosnya kagum dengan kerja keras Suryadi, sehingga ia mengkuliahkan Suryadi di Universitas Tarumanegara. Sayang, karena terlalu fokus bekerja, ia sering mengabaikan kuliahnya. Sehingga ia memutuskan untuk menanggalkan statusnya sebagai mahasiswa.
Selanjutnya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, Suryadi membuka sebuah kios yang pengelolaannya ia serahkan kepada anggota keluarganya. Suryadi kemudian mencoba bekerja sebagai karyawan di sebuah perusahaan tekstil asal Jepang. Disinilah Suryadi menemukan masa emas dalam hidupnya, kariernyapun mulai terbangun. Ia yang memang dikenal sebagai seorang yang pekerja keras sanggup melakukan pekerjaan sebagai salesman dengan baik dari semula yang hanya berposisi sebagai pengantar dokumen. Singkat cerita, karier dan penghasilannya berkembang dengan pesat, ditahun 1976, Suryadi mampu mendirikan sebuah perusahaan trading yang bernama Moritex Trading Company. Hanya dalam tempo setahun kemudian, ia sanggup membuka usaha lain, yaitu usaha rajut bernama Moritex Knitting.
Ditahun 1980, seorang rekan bisnisnya menawari Suryadi sebuah lisensi perusahaan pakaian dalam bernama “Wacoal”. Karena melihat peluang usaha dan prospek bisnis yang bagus, Suryadi pun setuju untuk mengambil alih dan menjadi pengelola brand Wacoal. Ia kemudian memutuskan untuk menutup perusahaan trading dan knittingnya agar bisa fokus dengan usaha barunya itu. Suryadi merasakan masa-masa sulit pada awal perjalanan usahanya bersama Wacoal. Lima tahun pertama, usahanya nyaris bangkrut karena sepinya peminat. Hal ini bisa dimaklumi karena department store sebagai ujung tombak pemasaran produknya pada saat itu bisa dikatakan masih langka, sehingga sulit untuk menjual produk pakaian dalam miliknya yang kualitas dan harganya memang lebih mahal ketimbang harga produk sejenis yang telah ada di pasaran.
Kenyataan tersebut tak membuat Suryadi patah arang. Berbekal kerja keras, pengalaman kerjanya yang sudah teruji dan jaringan bisnis yang kuat, Wacoal terus menerus dipromosikan di pasar nasional, dalam tempo dua dekade, Wacoal akhirnya sukses mendapat tempat di pasar nasional. Selanjutnya ditahun 2000, Wacoal mulai merambah pasar Internasional, kerja kerasnyapun berbuah manis karena produknya mampu menembus pasar Internasional dengan bukti berhasilnya Wacoal didistribusikan ke 9 negara, yaitu Amerika Serikat, Jepang, China, Taiwan, Malaysia, Filipina, Hongkong, Singapura, dan Vietnam. Kini hampir di setiap departement store terdekat di kota anda, produk pakaian dalam Wacoal dapat anda temukan dengan mudah.
Aditya Haryanto
Latest posts by Aditya Haryanto (see all)
- Firmansyah Budi Prasetyo, Sarjana Yang Sukses Jadi Pengusaha Kripik Singkong - Sunday, 28 September 2014
- Puspo Wardoyo, Pria dibalik Kesuksesan “Ayam Bakar Wong Solo” - Friday, 19 September 2014
- Mengenal Mas J, pengarang buku laris “The Power of Kepepet” - Friday, 4 April 2014











